Multi Level Marketing

Posted: 23 Desember 2010 in Uncategorized

Oleh:Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf

Ditengah kelesuan dan keterpurukan ekonomi nasional, datanglah sebuah
sistem bisnis yang banyak menjanjikan dan keberhasilan serta menawarkan
kekayaan dalam waktu singkat.
Sistem ini kemudian dikenal dengan istilah Multi Level Marketing (MLM) atau
Networking Marketing. Banyak orang yang bergabung kedalamnya, baik dari
kalangan orang‐orang awam ataupun dari kalangan penuntut ilmu, bahkan
dari berita yang sampai kepada kami ada sebagian pondok pesantren yang
mengembangkan sistem ini untuk pengembangan usaha pesantren.
Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah bisnis dengan model semacam ini
diperbolehkan secara syar’i ataukah tidak ? Sebuah permasalahan yang tidak
mudah untuk menjawabnya, karena ini adalah masalah aktual yang belum
pernah disebutkan secara langsung dalam litelatur para ulama’ kita.
Namun alhadulillah Allah telah menyempurnakan syari’at islam ini untuk bisa
menjawab semua permasalahan yang akan terjadi sampai besok hari kiamat
dengan berbagai nash dan kaedah‐kaedah umum tentang masalah bisnis dan
ekonomi.
Oleh karena itu dengan memohon petunjuk pada Allah, semoga tatkala tangan
ini menulis dan akal berfikir, semoga Allah mencurahkan cahaya kebenaran‐
Nya dan menjauhkan dari segala tipu daya syaithan.
Wallahul Muwaffiq

Kaedah Penting Bagi Pelaku Bisnis
Ada dua kaedah yang sangat penting untuk bisa memahami hampir seluruh
permasalahan yang berhubungan dengan hukum islam, sebagaimana
dikatakan Ibnul Qayyim Rahimahullah “Pada dasarnya semua ibadah
hukumnya haram kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya, sedangkan
asal dari hukum transaksi dan mu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil
yang melarangnya”. (Lihat I’lamul Muwaqi’in 1/344).
Dalil ibadah adalah sabda Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam :
“Dari ‘Aisyah radhiallahu anha berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam
bersabda: “ Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu yang tidak ada contohnya
dari kami, maka akan tertolak “(HR. Muslim)
Adapun dalil masalam mu’amalah adalah firman Allah Ta’ala:
Dialah
Allah yang telah menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu” (QS.
Al‐Baqarah: 29)
(Lihat Ilmu Suhul Al‐Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Al‐Halabi, Al‐Qawa’id al‐
Fiqhiyah oleh Syaikh As‐Sa’di hal:58)
Oleh karena itu apaun nama dan model bisnis tersebut pada dasarnya
dihukumi halal selagi dilakukan atas dasar sukarela dan tidak mengandung
salah satu unsur keharaman, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al‐Baqarah:
275)
Juga firman‐Nya:
“Wahai orangorang
yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berlaku
atas dasar suka sama suka diantara kamu”. (QS. An‐Nisaa: 29)
Adapun hal‐hal yang bisa membuat sebuah transaksi bisnis menjadi haram
adalah :
1. Riba
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata : “Rasulullah shalallahu
‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang
paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya
sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)
2. Ghoror
(Adanya Spekulasi yang tinggi) dan jahalah (adanya sesuatu yang tidak
jelas).
“Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata : “Rasulullah shalallahu ‘alahi
wasallam melarang jual beli ghoror”. (HR. Muslim 1513)
3. Penipuan
Dari Abu Hurairah radhiallhu anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alahi
wasallam melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau
memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu.
Maka beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”.
(HR. Muslim 1/99/102, Abu Dawud 3435, Ibnu Majah 2224)
4. Perjudian atau adu nasib
Firman Allah Ta’ala:
“Hai orangorang
beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi,
berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka
jauhilah.” (QS. Al‐Maaidah: 90)
5. Kedhaliman
Sebagaimana firman Allah:
“Wahai orangorang
yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang bathil…” (QS. An‐Nisaa:29)
6. Yang dijual adalah barang haram
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallhu anhuma berkata :”Rasulullah shalallahu ‘alahi
wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu
kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti mengharamkan harganya”.
(HR. Abu dawud 3477, Baihaqi 6/12 dengan sanad shahih)
(Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Zadul Ma’ad Imam
Ibnul Qayyim 5/746, Taudlihul Ahkam Syaikh Abdullah Al‐Bassam 2/233,
Ar‐Roudloh An‐Nadiyah 2/345, Al‐Wajiz Syaikh Abdul Adlim al‐Badawi
hal:332).
Sekilas Tentang MLM
Pengertian MLM
Secara umum Multi Level Marketing adalah suatu metode bisnis alternatif yang
berhubungan dengan pemasaran dan distribusi yang dilakukan melalui banyak
level (tingkatan), yang biasa dikenal dengan istilah Upline (tingkat atas) dan
Downline (tingakt bawah), orang akan disebut Upline jika mempunyai Downline. Inti dari bisnis MLM ini digerakkan dengan jaringan ini, baik yang
bersifat vertikal atas bawah maupun horizontal kiri kanan ataupun gabungan
antara keduanya. (Lihat All About MLM oleh Benny Santoso hal: 28, Hukum
Syara MLM oleh hafidl Abdur Rohman, MA)
Kilas Balik Sejarah MLM
Akar dari MLM tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Amway Corporation dan
produknya nutrilite yang berupa makanan suplemen bagi diet agar tetap sehat.
Konsep ini dimulai pada tahun 1930 oleh Carl Rehnborg, seorang pengusaha
Amerika yang tinggal di Cina pada tahun 1917‐1927.
Setelah 7 tahun melakukan eksperimen akhirnya dia berhasil menemukan
makanan suplemen tersebut dan memberikan hasil temuannya kepda temantemannya.
Tatkala mereka ingin agar dia menjualnya pada mereka, Rehnborg
berkata “Kamu yang menjualnya kepada teman‐teman kamu dan saya akan
memberikan komisi padamu”.
Inilah praktek awal MLM yang singkat cerita selanjutnya perusahaan Rehnborg
ini yang sudah bisa merekrut 15.000 tenaga penjualan dari rumah kerumah
dilaramg beroperasi oleh pengadilan pada tahun 1951, karena mereka
melebih‐lebihkan peran dari makanan tersebut. Yang mana hal ini membuat
Rich DeVos dan Jay Van Andel Distributor utama produk nutrilite tersebut
yang sudah mengorganisasi lebih dari 2000 distributor mendirikan American
Way Association yang akhirnya berganti nama menjadi Amway. (Lihat All
About MLM hal:23)

Sistem Kerja MLM
Secara global sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon
nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota)
dari perusahaan yang melakukan praktek MLM. Adapun secara terperinci
bisnis MLM dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Mula‐mula pihak perusahaan berusaha menjaring konsumen untuk
menjadi member, dengan cara mengharuskan calon konsumen membeli
paket produk perusahaan dengan harga tertentu.
2. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut, pihak pembeli
diberi satu formulir keanggotaan (member) dari perusahaan.
3. Sesudah menjadi member maka tugas berikutnya adalah mencari
member‐member baru dengan cara seperti diatas, yakni membeli produk
perusahaan dan mengisi folmulir keanggotaan.
4. Para member baru juga bertugas mencari calon member‐member baru
lagi dengan cara seperti diatas yakni membeli produk perusahaan dan
mengisi folmulir keanggotaan.
5. Jika member mampu menjaring member‐member yang banyak, maka ia
akan mendapat bonus dari perusahaan. Semakin banyak member yang
dapat dijaring, maka semakin banyak pula bonus yang didapatkan
karena perusahaan merasa diuntungkan oleh banyaknya member yang
sekaligus mennjadi konsumen paket produk perusahaan.
6. Dengan adanya para member baru yang sekaligus menjadi konsumen
paker produk perusahaan, maka member yang berada pada level
pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus secara estafet dari perusahaan, karena perusahaan merasa diuntungkan dengan
adanya member‐member baru tersebut.
Diantara perusahaan MLM, ada yang melakukan kegiatan menjaring dana
masyarakat untuk menanamkan modal diperusahaan tersebut, dengan janji
akan memberikan keuntungan sebesar hampir 100% dalam setiap bulannya.
(Lihat Fiqh Indonesia Himpunan Fatwa MUI DKI Jakarta hal: 285‐287)
Ada beberapa perusahaan MLM lainnya yang mana seseorang bisa menjadi
membernya tidak harus dengan menjual produk perusahaan, namun cukup
dengan mendaftarkan diri dengan membayar uang pendaftaran, selanjutnya
dia bertugas mencari anggota lainnya dengan cara yang sama, semakin banyak
anggota maka akan semakin banyak bonus yang diperoleh dari perusahaan
tersebut.
Kesimpulannya, memang ada sedikit perbedaan pada sistem setiap perusahaan
MLM, namun semuanya berinti pada mencari anggota lainnya, semakin banyak
anggotanya semakin banyak bonus yang diperolehnya.
Hukum Syar’i Bisnis MLM
Beragamnya bentuk bisnis MLM membuat sulit untuk menghukumi secara
umum, namun ada beberapa sistem MLM yang jelas keharamannya, yaitu
menggunakan sistem sebagai berikut :
1. Menjual barang‐barang yang diperjualbelikan dalam sistem MLM dengan
harga yang jauh lebih tinggi dari harga wajar, maka hukumnya haram
karena secara tidak langsung pihak perusahaan telah menambahkan
harga yang dibebankan kepada pihak pembeli sebagi sharing modal dalam akad syirkah mengingat pembeli sekaligus akan menjadi member
perusahaan yang apabila ia ikut memasarkan akan mendapat
keuntungan estafet. Dengan demikian praktek perdagangan MLM
mengandung unsur kesamaran atau penipuan karena terjadi kekaburan
antara akad jual beli, syirkah dan mudlarabah, karena pihak pembeli
sesudah menjadi member juga berfungsi sebagai pekerja yang akan
memasarkan produk perusahaan kepada calon pembeli atau member
baru. (Lihat Fiqh Indonesia hal: 288)
2. Calon anggota mendaftar keperusahaan MLM dengan membayar uang
tertentu, dengan ketentuan dia harus membeli produk perusahaan baik
untuk dijual lagi atau tidak dengan ketentuan yang telah ditetapkan
untuk bisa mendapatkan point atau bonus. Dan apabila tidak bisa
mencapai target tersebut maka keanggotaannya akan dicabut dan
uangnya pun hangus. Ini diharamkan karena unsur ghoror (spekulasi)
nya sangat jelas dan ada unsur kedhaliman terhadap anggota.
3. Calon anggota mendaftar dengan membayar uang tertentu, tapi tidak ada
keharusan untuk membeli atau menjual produk perusahaan, dia hanya
berkewajiban mencari anggota baru dengan cara seperti diatas, yakni
membayar uang pendaftaran. Semakin banyak anggota maka akan
semakin banyak bonusnya. Ini adalah bentuk riba karena menaruh uang
diperusahaan tersebut kemudian mendapatkan hasil yan lebih banyak.
4. Mirip dengan yang sebelumnya yaitu perusahaan MLM yang melakukan
kegiatan menjaring dana dari masyarakat untuk menanamkan modal disitu dengan janji akan diberikan bunga dan bonus dari modalnya. Ini
adalah haram karena ada unsur riba.
5. Perusahaan MLM yang melakukan manipulasi dalam memperdagangkan
produknya, atau memaksa pembeli untuk mengkonsumsi produknya
atau yang dijual adalah barang haram. Maka MLM tersebut jelas
keharamannya. Namun ini tidak cuma ada pada sebagian MLM tapi bisa
juga pada bisnis model lainnya.
Kalau ada yang bertanya “Okelah , kita sepakat bahwa MLM dengan beberapa
model diatas telah jelas keharamannya, namun bagaimana sebenarnya hukum
MLM secara umum ?.
Saya paparkan disini keterangan dari Syaikh Salim Al‐Hilali Hafidzahullah1 .
Beliau berkata : “ Banyak pertanyaan seputar bisnis yang banyak diminati oleh
khalayak ramai. Yang secara umum gambarannya adalah mengikuti pola
piramida dalam sistem pemasaran, dengan cara setiap anggota harus mencari
anggota‐ anggota baru dan demikian seterus selanjutnya. Setiap anggota
membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming‐iming
dapat bonus, semakin banyak anggota dan memasarkan produknya maka akan
semakin banyak bonus yang dijanjikan. Sebenarnya kebanyakan anggota MLM
ikut bergabung dalam perusahaan tersebut adalah karena adanya iming‐iming
bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dalam waktu yang sesingkat
mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya. Bisnis model ini
adalah perjudian murni, karena beberapa sebab berikut, yaitu:
􀂾 Sebenarnya anggota MLM ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi
tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi
cepat yang akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar
sedikit uang.
􀂾 Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang
dibayarkan pada perusahaan MLM.
􀂾 Bahwa produk ini bisa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang
sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan MLM ini
dijaringan internet.
􀂾 Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui
keanggotaannya setiap tahun dengan di iming‐imingi berbagai program
baru yang akan diberikan pada mereka.
􀂾 Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet
dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota
yang berada pada level atas (Upline) sedangkan level bawah (downline)
selalu memberikan nilai point pada yang berada dilevel atas mereka 2
Berdasarkan ini semua, maka sistem bisnis semacam ini tidak diragukan lagi
keharamannya karena beberapa sebab yaitu :
1. Ini adalah penipuan dan manipulasi terhadapa anggota.
2. Produk MLM ini bukanlah tujuan yang sebenarnya. Produk in hanya
bertujuan untuk mendapat izin dalam undang‐undang dan hukum syar’i
3. Banyak dari kalangan pakar ekonom dunia sampai pun orang‐orang non
muslim meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah sebuah permainan
dan penipuan, oleh karena itu mereka melarangnya karena bisa membahayakan perekonomian nasional baik bagi kalangan individu
maupun bagi masyarakat umum. Berdasarkan ini semua, tatkala kita
mengetahui bahwa hukum syar’I didasarkan pada maksud dan
hakekatnya serta bukan sekedar polesan luarnya, maka perubahan nama
sesuatu yang haram akan semakin menambah bahayanya karena ini
berarti terjadi penipuan terhadap Allah dan Rasul‐Nya3 , oleh karena itu
sistem bisnis semacam ini adalah haram dalam pandangan syar’I. Kalau
ada yang bertanya : “Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi sebagian
orang” Jawabannya : “Adanya manfaat pada sebagian orang tidak bisa
menghilangkan keharamannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : Pada
keduanya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi
manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” (QS Al‐
Baqarah:219)
Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu lebih banyak daripada
manfaatnya, maka keduanya dengan sangat tegas diharamkan. Kesimpulannya,
bisnis ini adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil, juga
merupakan bentuk spekulasi dan spekulasi adalah bentuk perjudian”
(http://www.alhelaly.com , bagian soal jawab)
Fatwa Tentang MLM
Berikut ini adalah teks fatwa Markaz Imam Al‐albani bertanggal 26 Sya’ban
1424H yang ditanda tangani oleh para masyaikh Yordania murid‐murid Imam
Al‐Albani, yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr, Salim bin ‘Id Al‐Hilali, Ali bin Hasan Al‐Halabi, Masyhur bin Hasan Alu Salman. Berikut teks fatwa
mereka.
Banyak pertanyaan yang datang kepada kami dari berbagai penjuru tentang
hukum bergabung dengan PT. Bisnis dan perusahaan modern semisalnya yang
menggunakan sistem piramida. Yang mana bisnis ini secara umum dijalankan
dengan cara menjual produk tertentu serta membayar uang dalam jumlah
tertentu tiap tahun untuk bisa tetap menjadi anggotanya. Yang mana karena dia
telah mempromosikan sistem bisnis ini maka kemudian pihak perusahaan akan
memberikan uang dalam jumlah tertentu yang terus bertambah sesuai denga
hasil penjualan produk dan perekrutan anggota baru.
Jawab:
Bergabung menjadi anggota PT. Semacam ini untuk mempromosikannya yang
selalu terkait dengan pembayaran uang dengan menunggu bisa merekrut
anggota baru serta masuk dalam sistem bisnis piramida ini hukumnya HARAM,
karena seorang anggota jelasjelas
telah membayar uang tertentu demi
memperoleh uang yang masih belum jelas dalam jumlah yang lebih besar. Dan
ini tidak bisa diperoleh melainkan secara kebetulan ia sedang bernasib baik,
yang mana sebenarnya tidak mampu diusahakan oleh sianggota tersebut. Ini
adalah murni sebuah bentuk perjudian berdasarkan kaedah para ulama’.
Wallahu AlMuwaffiq
Amman alBalqo’
Yordania
26 Sya’ban 1424H

Penutup
Inilah analisis fiqih tentang fenomena bisnis MLM. Namun tetap kami katakan
bahwa jika ada salah satu perusahaan MLM yang selamat dari pelanggaran
syar’I yang kami sebutkan diatas, maka hukumnya kembali pada kehalalannya
karena memang pad dasarnya semua mu’amalah hukumnya halal kecuali kalau
ada sisi yang mengharamkannya. Akan tetapi ada sebuah tanda tanya besar:
“Adakah MLM yang seperti itu?” kami tunggu jawabannya dari para pelaku
bisnis MLM. Akhirnya semoga Allah Ta’ala menjauhkan diri kita dan keluarga
kita serta segenap ummat Islam dari melakukan sesuatu yang haram serta
semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan rizqi yang halalan thayyiban.
Wallahu A’alam Bishowab
Fotenote:
1. Jangan ada yan berkata bahwa bisa saja hukum ini adalah kesimpulan
Syaikh Salim Al‐Hilali dari MLM yang ada di Yordania yang berarti tidak
mencakup MLM yang ada di Indonesia, karena dua hal :
􀂾 Ini adalah jawaban beliau atas pertanyaan seputar bisnis MLM
yang datang dari seantero penjuru dunia.
􀂾 Bahwa MLM semuanya dan dimana saja berawal dari Amway yang
pada intinya adalah pemasaran produk perusahaan dengan sistem
berantai yang membentuk piramida. Dengan dalil bahwa
gambaran syaikh tentang MLM sama dengan yan ada di Indonesia.
Jika penduduk kota Surabaya berjumlah empat juta orang dan
semua penduduk tergabung dalam satu saja perusahaan MLM, maka pada level sebelas seorang anggota tidak mungkin lagi
mencari anggota baru di kota Surabaya. Dan ini sepertinya sesuatu
yang jauh sekali , karena tidak semua orang ingin mengikuti
program MLM, dan anggaplah semuanya tergabung dalam MLM
pastilah dalam banyak PT. MLM dan bukan pad asalah satu saja.
Yang ini semua mengharuskan orang pada level delapan atau
sembilan tidak bisa lagi mencari anggota baru.
2. Bukti bahwa yang diuntungkan dengan sistem MLM adalah Upline,
sedangkan Downline akan selalu dirugikan adalah bahwa bentuk
piramida ini akan berhenti pada level tertentu yang mana mereka tidak
mungkin bisa mencari anggota baru lagi, ang dengannya semua bonus
dan point yang dijanjikan adalah impian belaka. Dan perlu dicermati
bahwa dimanapun Downline akan selalu lebih banyak daripada Upline.
Sebagai sebuah gambaran, apabila ada suatu Perusahaan MLM yang
mengharuskan setiap anggotanya untuk merekrut lima orang anggota
lainnya, maka perhitungannya sebagai berikut:
Level Jumlah Orang Perlevel Total Org Yang dibutuhkan
1 1 1
2 5 6
3 25 31
4 125 176
5 625 801
6 3.125 3.926
7 15.625 19.551
8 78.125 97.676
9 390.625 488.301
10 1.953.125 2.441.426
11 9.765.625 12.207.051
3. Beliau mengisyaratkan pada sebuah hadits :
Dari Abu Malik AlAsy’ari
radhiallhu anhu berkata: “Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam bersabda :”Sesungguhnya sebagian dari ummatku akan
minum khamr dan mereka menamakannya dengan nama yang lain serta
dimainkan musik dan biduanita pada mereka, Sungguh Allah akan membuat
mereka tertelan bumi serta menjadikan mereka sebagai kera dan babi” (HR.
Abu Dawud 3688, Ibnu Majah 4020 dengan sanad Shahih, lihat As‐Shahihah
I/138)
Ditulis ulang tanpa menyertakan tulisan/teks arabnya dari majalah Al‐Furqon,
Edisi 11 th III/ Jumadi tsani 1425 hal: 30‐35

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s