Sekilas Tentang Deep Purple

Posted: 9 Februari 2011 in Musisi Pilihan

Deep Purple adalah salah satu grup band asal Inggris yang sangat digemari hampir oleh semua kalangan anak muda dunia di era 60 sampai 80-an. Meskipun beberapa kali sempat gonta-ganti formasi termasuk vocalist utama, ditambah lagi kondisi mereka saat ini yang tidak lagi muda, rupanya magnet Deep Purple masih terasa kuat terutama bagi kalangan penggemar mereka para remaja tahun 70-an, atau sekarang orang-orang yang berusia 40 tahunan ke atas. Beberapa tahun yang lalu mereka sempat me-release album baru yang bertajuk “Abandon” (1998) dan “Bananas” (2003), dan ternyata mendapat simpati yang luar biasa di kalangan anak muda yang senang dengan jenis musik hard dan classic rock. Hal ini membuktikan bahwa Deep Purple tetap exist hingga saat ini. Oleh sebab itulah menurut rencana mereka kembali akan meluncurkan album baru pada Oktober 2005 dengan cover “Rapture of the Deep”.
Deep Purple secara resmi berdiri tahun 1968 dengan formasi Jon Lord (keyboards), Ritchie Blackmore (guitar), Ian Paice (drums), Nick Simper (bass), dan Rod Evans (vocals) dengan debut album perdana “Shades of Deep Purple”. Tahun 1969 kembali mereka menelorkan dua album sekaligus “The Book of Thaliesyn” dan “Deep Purple”. Kesuksesan mereka semakin menggila apalagi setelah pergantian formasi vocalist dari Evans ke Ian Gillan dan posisi bassist dari Simper ke Roger Glover. Tour mereka sukses luar biasa di Amerika Serikat. Dengan formasi inilah Deep Purple mencatat sejarah baru yaitu kolaborasi antara grup rock dengan orkestra, yakni ketika mereka bekerjasama untuk menghasilkan mahakarya “Concerto for Group and Orchestra” dengan London Philharmonic Orchestra. Seiring dengan kesuksesan ini mulai muncul beberapa band dengan aliran sejenis seperti Black Sabbath dan yang lain-lain.

Beberapa album mereka yang lain setelah itu yang juga sukses adalah “Deep Purple in Rock”, “Fireball” dan “Machine Head” yang memuat lagu yang melegenda hingga saat ini yaitu “Smoke on the Water”. Namun sungguh disayangkan ketika mereka me-release “Who Do We Think We Are” pada tahun 1973, dua personil mereka yaitu Gillan dan Glover mengundurkan diri yang masing-masing digantikan oleh David Coverdale (vocalist) dan Glenn Hughes (bassist). Rupanya dengan personil yang baru, kesuksesan mereka tidak berhenti, tour mereka ke seluruh dunia tetap padat dan dibanjiri para penggemar. Hal ini juga ditandai dengan meledaknya album “Burn” yang di-release tahun 1974. Tahun ini pulalah mereka sempat datang ke Indonesia dan menggelar sebuah pertunjukan yang fenomenal di Istora Senayan.

Tahun 1975 Ritchie Blackmore tidak begitu puas dengan album mereka ketika itu “Stormbringer” karena konon kabarnya mendapat sentuhan R&B/Soul dari Hughes dan Coverdale, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan band sendiri Rainbow. Keluarnya Blackmore sempat membuat goyah Deep Purple karena siapapun tahu dengan kepiawaian Blackmore dalam memainkan gitarnya. Untunglah ada Tommy Bolin yang menggantikan. Meskipun menurut sementara orang kemampuannya tidak sehebat Blackmore, namun dengan semangatnya yang luar biasa, dia berhasil memberi nuansa tersendiri bagi Deep Purple. Namun sayang kehadiran Bolin tidak berlangsung lama. Setelah merampungkan album “Come Taste the Band” (1976), Bolin yang kecanduan berat narkotik tidak bisa meneruskan posisinya dan pada akhirnya kebiasaan ini yang mengakibatkan hidupnya berakhir karena over dosis. Setelah kejadian itu, seakan menjadi anti klimaks bagi Deep Purple, mereka tiba-tiba tidak produktif lagi, mereka seakan vakum. Mungkin kondisi tersebut yang memicu beberapa personil seperti Coverdale, Gillan mendirikan grup baru seperti Whitesnake dan Rainbow.

Delapan tahun setelah mengalami mati suri, tepatnya pada tahun 1984 Blackmore, Gillan, Glover, Lord, dan Paice sepakat menghidupkan kembali grup mereka dan berhasil me-release album yang bertajuk “Perfect Strangers”. Tahun 1987 mereka merekam tour mereka ke dalam album “The House of Blue Light” serta tahun berikutnya, 1988 dengan “Nobodies Perfect”. Tahun 1989 Gillan hengkang karena berselisih paham dengan Blackmore dan ia digantikan oleh ex vocalist Rainbow yaitu Joe Lynn Turner. Formasi ini hanya berhasil mengeluarkan satu album “Slaves and Masters” pada tahun 1990. Selama promo tour berjalan, Turner akhirnya keluar dan Lord beserta Paice menginginkan Gillan kembali. Pada tahun 1993 formasi ini masih bisa menghasilkan album “The Battle Rages On”. Tetapi sesuai dengan berjalannya waktu, ketidak cocokan antara Gillan dan Blackmore semakin memuncak yang berakhir dengan pengunduran diri Blackmore. Melalui pencarian yang cukup panjang akhirnya Steve Morse menggantikan sebagai guitarist. Mereka kemudian me-release “Perpendicular” (1996) dan “Abandon” (1998). Formasi ini bertahan sampai tahun 2002 karena Jon Lord, salah seorang yang bersama Deep Purple sejak awal berdirinya, karena alasan kesehatan mengundurkan diri. Pada konser kedua mereka di Jakarta tahun 2003, posisi Lord sudah digantikan oleh Don Airey (mantan Whitesnake, Rainbow). Hingga akhirnya pada tahun 2003 formasi ini menghasilkan album “Bananas” yang juga sukses. Hingga tulisan ini dibuat, Deep Purple masih menggunakan formasi ini. Sekarang tinggal hanya satu orang saja yang masih bergabung sejak berdirinya Deep Purple yaitu Ian Paice sang drummer. Semoga dimasa mendatang karya-karya baru mereka masih tetap dapat kita nikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s